Menggali ilmu kadang cukup disekitar kita sendiri, tak perlu kesana dan kemari. Mengapa para calon intelektual mudah tersulut emosinya hanya karena seorang teman bertengkar dengan kelompok lain. Padahal mereka dapat bercermin kepada adik2 yang masih berusia pra TK atau TK, pada diri mereka selesai bertengkar bisa bemain dan bergurau lagi. Apa kagak malu tuh?!
Anak SMA jangan suka tawuran donk, apa jadinya negara ini kalo para generasi mudanya punya hobi berantem melulu...................., Mahasiswanya suka lempar2 batu ke fakultas lain gara2 hal sepele misal masalah pacar atau hal lain. Atau memang untuk masa2 sekarang ini ada mata kuliah baru yaitu LEMPAR me LEMPAR??. (seru juga tuh, mirip anak TK yang lagi ngambek)
Bisa jadi gara2 sajian semacam itu sering diekspos di TV sehingga dijadikan panutan oleh orang desa terpencil untuk meniru dalam bentuk PERANG antar DESA , yang lebih heboh lagi kadang juga menimpa Yang Terhormat ANGGOTA DEWAN , baik didaerah ataupun dipusat. Mereka juga ingin pamer kekuatan sehingga IKUT-IKUTAN BERANTEM di ruang sidang, mumpung lagi diekspos oleh TV tertentu, Numpang ngetop gitu, kan gratis . Ataukah lagi ada WABAH atau FLU TAWURAN yang sedang melanda bumi tercinta INDONESIA? ( kayaknya sentilan Gus GUR (almarhum) terbukti juga adanya, benar2 kayak anak TK). Pakai akal dulu donk jangan okol (gunakan nalar dan logika dulu jangan hanya otot, emang kuli pelabuhan).
Sepertinya perlu dibentuk Departemen baru di Republik ini, yaitu DEpartemen peMUKtAhiran BUdaya maLU yang disingkat "DE MUKABULU". Karena disinyalir beberapa orang2 penting di Dewan sana sudah mulai terkena sindrom KAGAK PUNYA MALU. alias muka tembok atau "RAI GEDHEK" kata orang daerah. Subhanallah
Sabtu, 13 Maret 2010
Langganan:
Postingan (Atom)

